Launching Axioo Class Program dan Mikrotik Academy

SMKN 1 Kebonsari semakin menunjukkan kelasnya. Sekolah favorit di Kabupaten Madiun itu baru saja membuka kelas baru yang di proyeksikan menambah skill anak didiknya. Kelas unggulan, Axioo Class Program dan Mikrotik Academy pun diyakini membuat siswa siap menghadapi dunia industri. Dengan program baru ini, mereka bakal memiliki keahlian lebih yang dibutuhkan dunia industri. Targetnya setelah lulus nanti, siswa siap mental menghadapi dunia kerja, ujar Edhy Sudaryanto, Kepala SMKN 1 Kebonsari, kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, launching Axioo Class Program dan Mikrotik Academy yang berlangsung Rabu (11/1/2017) lalu itu terlihat meriah. Pembukaan kelas baru itu diresmikan langsung Kasi PMA dan PKLK Kantor Cabang Dinas Pendidikan Madiun, Suwanto. Dalam peresmian itu juga hadir Timmy Theopelus selaku Direktur Edukasi Axioo dan perwakilan tim Mikrotik yaitu Herry Darmawan selaku Mikrotik Academy Coordinator. Pihak sekolah juga mengundang kepala SMK yang ada di Kabupaten/Kota Madiun. “Sebenarnya di sekolah kami Axioo Class Program sudah masuk tahun kedua. Tapi dari tahun ke tahun selalu ada perbaikan menuju lebih baik lagi,” jelasnya.

Kata Eddy, tahun pertama lalu memang belum ada standarisasi ruangan untuk kelas unggulan ini. Namun menginjak tahun kedua, standarisasi diberlakukan. Sehingga pihaknya pun memilih melaunching Axioo Class Program pada 2017. “Ada dua kebahagiaan kami di momen spesial ini, tidak hanya sekedar melaunching, kami juga dipercaya mendapatkan satu lisensi terkait Mikrotik Academy,” terangnya.

Kepercayaan yang diperoleh SMKN 1 Kebonsari itu juga ditandai dengan penandatangan MOU dengan Mikrotik yang diwakili Herry Darmawan. Dijelaskan Timmy Theopelus yang juga Direktur Edukasi Axioo, selama ini perusahaannya yang bergerak di bidang IT. Pihaknya sengaja membuka kelas di sekolah tersebut agar siswa memiliki kualifikasi menghadapi dunia kerja, baik industri lokal maupun global. “Axioo Class Program ini tidak hanya mampu melatih hard skill saja, akan tetapi juga mampu melatih soft skill hingga mencapai 80 persen” ujar Timmy Theopelus, Direktur Edukasi Axioo.

Timmy juga menuturkan, kelas Axioo merupakan kelas industri yang mensinkronisasikan kurikulum sekolah. Caranya dengan melakukan training kepada anak didik. “Lewat penambahan skill industri, sehingga mampu mencetak siswa yang terampil dan siap kerja,” pungkasnya.

 

Sumber : Jawa Pos Radar Madiun (13 Januari 2017)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *